Gelandangan dan Pengenmis
Di zaman yang semakin canggih ini ,dimana manusia semakin hebat
dalam berpikir dan semakin maju dalam bertindak ,yang seharusnya rakyatnya
hidup dengan sejahtera dan makmur karna perkembangannya yang hebat ,justru
malah membuat semakin banyak masyarakat yang hidupnya jauh dari kesejahteraan
dan kemakmuran.dan juga angka kemiskinan yang semakin meningkat hal itu dapat
di lihat dari kehidupan masyarakat yang ada di sekitar kita. Dimana para
GEPENG( Gelandangan dan Pengemis ) semakin banyak kita temui baik itu di lampu
merah maupun di beberapa tempat umum.
Khususnya di banda aceh , ada beberapa pengemis yang saya
dapati yang berkeliaran di sekitaran beberapa tempat umum yang saya amati .seperti
di mesji raya Baiturrahman, SPBU
lamnyong, dan POLDA.
Pengemis yang satu ini saya temui pada saat pagi sekitaran
pukul 10:20 wib rabu,27 April 2016 di SPBU lamnyong,Banda Aceh. Pada pagi itu
saya dan teman saya berhenti di pom bensin untuk mengisi minyak motor karna
kami akan pergi ke kota untk suatu kepentingan .di sini saya menjumpai pengemis
yang sebelumnya tidak pernah saya menjumpai pengemis di SPBU ini .apalagi yang seperti
ini berada pada sudut sebelah kiri pintu keluar SPBU.entah dari mana datangnya
dan bagaimana caranya dia bisa sampai ketempat itu dengan keadaan cacat dan
sulit untuk berjalan.sekilas jika di
perhatikan dari depan pengemis ini tampak sepeti orang cacat yang bermasalah
pada otak , dan kaki. Mengapa saya katakana pada otaknya? Jika sekilas dia
terlihat seperti orang yang idiot dan memiringkan mulutnya lalu saat saya
memperhatikan wajahnya dan memprthatikan matanya dia seperti tidak tampak
seperti orang sakit.di sini dia mengenakan pakaian yang lusuh dan kotor sama
seperti layaknya para pengemis yang lain.usia masih terlihat muda mungkin
sekitar > 25 tahun dan < dari 30
tahun .ya, masih berada pada usia yang produktif jika dia mau bekerja tanpa
harus menjadi pengemis. Dan saat siang hari
menjelang shalat zhuhur saya kembali ke Darussalam dan pastinya melewati
SPBU lamnyong lagi. Saat itu saya tidak menemui pengemis itu lagi.
Pengemis
yang satu ini sudah lumayan sering saya temui.kalau saya tidak salah terakir
saya melihat pengemis yang satu ini di simpang lampu merah jamboe tape ,Banda
aceh.dengan becak motornya dia meminta-minta kepada para orang yang memilikin
rasa belas kasihan.nah, kali ini saya melihat bapak tua ini yang kesekian
kalinya di depan POLDA,dan pertama kalipun saya melihatnya di POLDA juga pada
tahun 2014 saat itu saya juga sedang mengikuti tes masuk polisi jalur brigadier.
Coba perhatikan pada becak bagian belakangnya,juga ada terdapat becak kecil
lagi yang di sangkutkan di situ. Ternyata pada saat ia beraksi becak motornya
di letak kan di depan kantor MPU yang berada di sebrang jalan dan tidak jauh
dari POLDA.
Lalu bapak ini dengan menggunakan becak kecilnya menyebrang
jalan dan duduk di trotoar pinggiran POLDA. Biasanya bapak ini akan masuk
kedalam perkarangan POLDA dan mulai beraksi meminta belaskasihan orang-orang
yang ada di tempat itu.namun kali ini bapak itu hanya di pinggir jalan itu dan
duduk di trotoarnya. Mungkin karena pintu
sampingnya tertutup dan jika melewati pintu utama tentu tidak akan di izinkan
masuk oleh para polisi yang sedang berjaga di pos pintu masuk.dulu pada tahun
2014, saat saya sedang mengikuti tes ini bapak itu selalu berkeliaran di dalam
perkarangan.terkadang ia duduk di bawah pepohonan yang dekat dengan mesjid(saat
itu mesjid belum di renovasi) saat para peserta sedangka melaksanakan shalat
zhuhur /ashar / saat sedang beristirahat selagi menunggu pengumuman setiap
tahap tesnya.dengan pakaiannya yang lusuh ,kotor dan tidak terurus serta dengan
kopiahnya yang sudah tampak usang sambil mengayuh becak kecilnya itu dengan
tangannya dia meminta sumbangan kepada orang-orang yang memberinya sumbangan.fisiknya
memang cacat, kakinya kecil dan pendek sehingga membuat bapak ini tidak bisa
berjalan.
Nah, kali ini ada dua pengemis yang saya dapati di mesjid
raya Baiturrahman,Banda aceh.kali ini tidak banyak pengemis yang saya lihat di
kompleks mesjid ini hanya ada dua
pengemis yang saya dapati.
Saya mendapatkan beberapa informasi dari salah seorang
satpam yang menjaga mesjid raya ini yang menurut pernyataanya ada banyak
pengemis yang datang dan meminta-minta di sekitaran mesjid ini terlebih lagi
pada hari jum’at .pada hari jum’at pengemis yang datang ke mesjid itu sampai 15
orang.jika pada hari biasa pengemis akan banyak datang dan beraksi pada saat
jam memasuki waktu shalat.
padahal para petugas di mesjid raya dan dinas sosial sudah
memberikan peringatan dan melarang mereka untuk tidak mengemis di dalam
kompleks mesjid .tetapi mereka hanya boleh mengemis di luar kompleks mesjid namun
mereka tetap saja tidak mengubrisnya. Meskipun larangan itu sudah ada tetap
saja mereka ingin masuk dengan berbagai macam alasan.ada yang mengalasankan
untuk menumpang untuk ke toilet,dan menumpang shalat. Sebagian dari mereka ada
yang benar melaksanakan shalat namun ada juga yang tidak melaksanakan shalat,
yang dominannya mereka itu tidak melaksanakan shalat.mereka datang ada yang di
antar oleh seseorang dan ada juga yang naik becak bahkan juga ada yang datang sendiri.
Seperti bapak ini ,setiap hari beliau selalu di antar ke
mesjid raya oleh seorang laki-laki yang masih muda yang katanya itu adalah
sepupunya dan petang harinya bapak ini
di jemput dan di bawa pulang kerumahnya yang berada di daerah Lampaseh,Banda
aceh .bentuk kejadian seperti ini saat pembagian upah nya itu akan di bagi dua
.jika dalam satu hari mereka mendapatkan uang sebesar Rp.500.000 maka akan di
bagi dua.maka perorangnya itu akan mendapatkan Rp.250.000. kasihan memang saat
melihat kondisi bapak ini yang cacat, untuk berjalan saja susah dan harus
menggunakan bantuan kedua tangannya untuk berjalan. Namun ,ternyata bapak ini
selalu melaksanakan shalat saat beliau berada di mesjid,tidak seperti para
pengemis yang lainnya yang datang hanya untukmeminta belaskasihan pera
pengunjung.
Selain itu yang aneh nya lagi ada beberapa pengemis yang
marah jika di beri sumbangan hanya Rp500 dan bahkan mereka akan mencaci
orang-orang yang memberi uang sedikit dan membuang uang tersebut.
Seperti ibu ini, ternyata beliau suka memaki dan memarahi
para petugas dan orang-orang yang memberikan sedekah yang kecil .dan itu tampak
sedikit mengerikan ketika saya mencoba menanyakan tempat tinggalnya dan dia
menjawab dengan nada suara yang agak sedikit tinggi.ibu ini tinggal di Pajak
Ranup dan tidurnya hanya di kaki lima pertokoan sekitaran itu.fisiknya agak
sedikit cacat matanya yang juling dan jalannya yang agak sedikit pincang.tapi
saya rasa ibu ini masih mampu bekerja yang lebih layak dari pada harus
meminta-minta ,seperti mencuci baju .
Untuk penanganan para GEPENG, Dinas Sosial kini sudah
membawa mereka dan memberikan pembinaan sekitar satu atau dua minggu lalu
mereka akan di pulang kan kepada keluarga mereka ataupun di kembalikan ke kampung
halaman mereka masing-masing .oleh sebab itu mengapa kini GEPENG sudah tidak
sebanyak dulu lagi





Komentar
Posting Komentar